Home > Perkuliahan > Pacaran di Kalangan Remaja

Pacaran di Kalangan Remaja

DEFINISI PACARAN

Istilah pacaran itu muncul sejak tahun 1970-an sebagai ganti ungkapan tentang muda-mudi yang saling mencintai. Artinya kedua belah pihak ada minat, maksud dan tujuan ke jenjang pernikahan. Jenjang cinta atau berpacaran ini ditempuh dalam rangka saling menjajagi, mencari, menyesuaikan dan menentukan pilihan yang tepat sebagai calon pendamping hidupnya yang sejati.”Pacaran” ada yang diartikan sebagai hubungan yang dijalani ketika seorang pria dan seorang wanita saling menyukai satu sama lain dan ingin menjajaki kemungkinan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius lagi, atau sebagai status yang me”legal”kan mereka untuk merasa bebas saat terlihat selalu berdua dan saling mengungkapkan ekspresi sayang, atau hubungan yang dijalani sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dalam seseorang yang akan menjadi suami atau istri mereka di kemudian hari.

PENYEBAB PACARAN

Bila dilihat dari sudut pandang biologis. Pubertas diawali dengan adanya tanda-tanda kelamin sekunder yang akan membedakan remaja putra dan remaja putri, yaitu :

a. Tumbuh rambut dibeberapa tempat
b. Pada anak putra tumbuh jakun, sedangkan putri tumbuh buah dada
c. Suara pada anak putra merendah, sedangkan anak putri meninggi
d. Pada anak putra bahu, dada bidang, sedangkan putri adalah pinggul
e. Otot pada anak putra kelihatan besar
f. Mulai berfungsi kelenjar keringat

Selain tanda kelamin sekunder terdapat pula tanda kelamin tertier (remaja putri cenderung feminin dan remaja putra cenderung jantan).

Dari tanda-tanda inilah yang menyebabkan seorang remaja tertarik dengan kawan sejenisnya. Pada masa pra pubertas relasi bersifat homoseksual yang kemudian pada masa pubertas relasi bersifat heteroseksual. Pada masa heteroseksual secara cepat/lambat remaja akan menemukan cinta yang sebenarnya.

Bila ditinjau secara umum remaja jatuh cinta kepada lawan jenis karena beberapa hal antara lain:
a. Karakter
b.Fisik

c. Agama
d. Harta
e. Perhatian yang diberikan

SUDUT PANDANG PACARAN

Pacaran sudah menjadi hal yang lumrah dan dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Sehingga pacaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, diantaranya :

1.      Pacaran dalam lingkungan

2.      Pacaran dikehidupan sosial

3.      Pacaran dalam kehidupan budaya

4.      Pacaran dalam teknologi

5.      Pacaran dalam agama

PACARAN DALAM LINGKUNGAN

Sudah kita ketahui bahwa pacaran itu bisa dilakukan dimanapun, kapanpun, dan siapapun. Maka dari itu sudah banyak tempat-tempat yang bisa dilakukan untuk berpacaran oleh kalangan remaja. Ada beberapa dampak positif dan negatifnya pacaran dalam aspek lingkungan, diantaranya :

Dampak Positif :

Jika kita berada di lingkungan yang aman, nyaman, tentram maka kita akan berasa nyaman berada di lingkungan itu sendiri. Dalam pacaran pun begitu, jika kita sering berpacaran di tempat-tempat yang menurut kita baik maka kita dan pasangan kita akan lebih tenang berada di tempat itu. Tetapi apakah baik juga pacaran di tempat keramaian? Itu tergantung kepada pasangannya masing-masing, kadang ada juga orang yang tidak suka dengan tempat keramaian karena bisa mengganggu pacaran. Sebenarnya pacaran di tempat umum itu boleh-boleh saja asal dengan tahapan yang wajar. Karena bisa mengganggu orang yang disekitar bila kita melakukan hal-hal yang dapat menyita perhatian orang. Jika kita berpacaran dalam lingkungan sekolah atau kampus maka banyak hal positif yang bisa kita ambil, diantaranya adalah, jika di sekolah atau di kampus tidak ada teman maka pastinya ada seorang pacar yang bisa menemani kita, ataupun jika kita mendapat tugas kita bisa saling berbagi pengetahuan dengan pacar kita.

Dampak Negatif :

Banyak sekali dampak negatif dari pacaran di berbagai lingkungan karena biasanya para remaja memanfaatkan lingkungan yang cenderung sepi untuk melakukan maksiat. Karena biasanya para remaja malah memilih tempat yang sepi untuk berpacaran daripada tempat yang ramai banyak dikunjungi oleh orang lain.

Terkadang pacaran juga bisa merugikan lingkungan, contohnya jika kita berpacaran di tempat terbuka biasanya enaknya kita sambil memakan atau meminum sesuatu dan tanpa kita sadari karena asiknya pacaran maka sampah minuman atau makanan itu kita buang sembarangan. Seharusnya kita jangan terlalu asik pacaran tetapi mengabaikan kebersihan lingkungan.

Pacaran juga bisa mempengaruhi sifat seseorang dari lingkungan yang biasa didatangi. Apabila kita berpacaran dengan seseorang yang mempunyai tempat tinggal di lingkungan yang menurut kita baik maka jika kita sering berkunjung ke daerah tersebut kita juga akan terbawa baik karena lingkungan yang baik pula. Tetapi sebaliknya jika seseorang tersebut mempunyai tempat tinggal yang menurut kita tidak baik dan kita sering berkunjung ke tempat tersebut dan kita terbawa oleh pergaulan di lingkungan tersebut maka secara tidak langsung kelakuan kita juga bisa terbawa tidak baik yang dikarenakan lingkungan yang tidak baik.

PACARAN DIKEHIDUPAN SOSIAL

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti makhluk yang tidak bisa hidup sendiri dan manusia selalu bergantung kepada orang lain. Sama juga halnya dengan remaja, ketika seorang remaja memiliki seorang pacar atau bisa disebut memiliki seorang kekasih yang ingin dimengerti kita begitu sebaliknya dan saling membutuhkan satu sama lain , banyak hal- hal yang berdampak positif maupun negatif bagi kehidupan sosial disekelilingnya bagi seseorang tersebut yang memiliki pacar .

Beberapa dampak positif apabila kita sudah memiliki pacar diantaranya :

a.      Memperluas pergaulan / menambah relasi, maksudnya adalah menambah teman yang asalnya belum kita kenal. Contohnya yaitu si A mempunyai pacar si B, kemungkinan teman-teman si A tidak kenal dengan si B , begitu juga sebaliknya. Biasanya apabila belum saling kenal dengan teman-temannya maka akan dikenalkan karena bisa jadi teman yang baru dikenal itu untuk jangka pendeknya dapat bermanfaat sebagai teman curhat kalau sedang ada masalah sedangkan untuk jangka panjangnya teman itu bisa dijadikan sebagai link-link yang berguna suatu saat nanti kelak ketika kita mencari bekerja. Dengan diawali seperti itu pergaulan kita semakin luas karena banyak menambah teman baru.

b.      Motivasi meningkat, biasanya pacar memberi dorongan kepada kita untuk menjadi lebih baik, dengan motivasi dari sang pacar membuat kita lebih semangat dalam menjalankan suatu hal tentunya dengan dukungan keluarga juga.

c.      Pacar membantu kita dalam belajar, apalagi kalau pacar kita adalah orang yang pintar.

d.      Pacar akan membatu kita dalam memecahkan suatu masalah, apalagi kalau dia adalah orang yang penuh dengansolusidan seorang PROBLEM SOLVER.

e.      Pacar membantu kita dalam men-sharingkan sesuatu, ketika sedang ada masalah maupun sedang senang kita akan saling sharing atau berbagi cerita.

Beberapa dampak negatif diantaranya :

a.      Pergaulan bisa menyempit, maksudnya disini adalah kalau kita banyak menghabiskan waktu berdua dan kurang bergaul dengan teman-teman, Makin lama biasanya kita akan bergantung pada pacar.

b.      Hubungan dengan keluarga menjadi renggang, karena kita lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan pacar daripada keluarga di rumah, misalnya pada malam minggu disuruh untuk kumpul keluarga, tapi kita sibuk pacaran untuk malam mingguan ke suatu tempat.

c.       Stress, maksudnya apabila kita sedang frustasi dengan si pacar akibat dikecewakan yang berlebihan seperti diputusi pacar akan berakibat stress dan itu juga akan mempengaruhi dalam kehidupan social contohnya berdiam diri di kamar tidak mau bertemu siapa-siapa itu akan merusak hubungan dengan teman-teman atau keluarga walaupun pada akhirnya akan kembali seperti semula.

d.      Pertengkaran yang mengakibatkan permusuhan, apabila pacar kita direbut oleh orang lain atau pacar kita selingkuh dan kita sendiri tidak menerima,  maka akan terjadi pertengkaran. Pertengkaran yang dimaksud contohnya apabila seorang laki-laki maka akan berkelahi saling adu otot, sedangkan perempuan saling jambak. Biasanya akan timbul rasa dendam kemudian akan bermusuhan karena sudah dikhianati

e.      Menjadikan hidup boros, orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya. Bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang: membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang lainnya.

f.        Tidak setia dengan pasangannya jika sudah menikah, karena masing-masing ingat dengan pacarnya yang lama, dan selalu membanding-bandingkan antara suami/ istrinya yang syah dengan pacarnya yang lama.

Dengan adanya dampak positif maupun negative seperti yang disebutkan diatas, ada baiknya kita menghindari dampak-dampak yang negative karena secara tidak langsung itu semua dapat merusak hubungan kita dengan orang lain dan yang pasti diri sendiri.

PACARAN DALAM KEHIDUPAN BUDAYA

Sebagaimana yang telah kita ketahui istilah pacaran ini dulu sangatlah asing dan tak dikenal oleh para remaja seperti sekarang ini, namun pada dewasanya pacaran sudah merebak bak jamur di musim penghujan baik itu dalam lingkup kota maupun desa pada kalangan remaja di abad ini.

Para remaja ini seolah membuat suatu tradisi kebudayaan baru yang dalam hal ini mengusung pacaran sebagai suatu budaya pada masanya. Sebenarnya mungkin itu adalah suatu kewajaran yang biasa dalam pergaulan remaja kini bahkan pacaran ini sekarang dianggap sebagai suatu kewajiban dalam prosesi pergaulan mereka. Padahal ketika dahulu prosesi pacaran ini tidaklah ada bahkan khususnya di Indonesia, pacaran itu dianggap sebagai suatu hal yang dianggap tabu dan bahkan sangat dilarang karena tidak sejalan dengan nilai dan norma khususnya dalam pandangan agama yang pada saat itu sifatnya sangat mengikat kuat terhadap masyarakat.

Pada awalnya pacaran ini merupakan seperti yang telah dikemukakan diatas sebagai prosesi mengenal satu sama lain dengan cara mengikat dan menyatakan hubungan mereka kedalam bentuk yang bisa dikatakan formal agar dapat mengenal secara intim. Namun pada perkembangannya pacaran disini seolah menjadi mode, bila seorang belum pernah pacaran bisa dikatakan ketinggalan zaman. Hal seperti itulah kiranya yang membuat remaja membangun persepsi wajibnya pacaran bagi kalangan mereka. Kegiatan pacaran ini sebenarnya implikasi dari rasa kebutuhan seseorang atau lebih karena kekurangan mereka dalam mendapat perhatian dan pengertian sebagai makhluk sosial, sehingga timbulah suatu kekuatan atau dorongan alasan yang menyebabkan orang tersebut bertindak untuk memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini pacaran

Dimana sebagian orang tua menganggap jika ingin mendapatkan pasangan hidup yang cocok baiknya harus saling mengenal secara lebih intim lebih dahulu untuk mengetahui sifat-sifatnya seperti apa, apakah akan sejalan dan cocok ataukah tidak dengan menggunakan pacaran sebagai jembatan prosesi tersebut. Akibatnya sekarang dengan adanya dorongan itupun pacaran akhirnya berkembang dari suatu budaya menjadi sebuah tradisi. Budaya pacaran ini pada masyarakat Indonesia dulu tidak terlalu berkembang melesat seperti sekarang.

Salah satu hal yang menjadikan budaya pacaran ini menjadi tradisi adalah pada khalayak remaja adalah tak lain karena pengaruh media teknologi abad sekarang yang selama ini serta merta menyoroti kegiatan-kegiatan remaja yang di dalamnya lebih banyak terfokus kepada pacaran tersebut. Sehingga pada efeknya melalui media para remaja menganggap pacaran sebagai tren atau mode berbudaya pada abad ini. Awalnya pacaran tidak semudah itu merangsek masuk kedalam culture masyarakat Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat khususnya umat beragama Islam.

Budaya pacaran saat ini dengan budaya pacaran di waktu lampau sangat berbeda.

Di masa lalu pacaran tidak sehebat masa sekarang, berikut beberapa perbedaan budaya pacaran pada saat ini dengan masa lalu.

Masa lalu :

a.      Mengenal seseorang yang disukainya hanya dari teman sepergaulannya atau sama sekali tidak ada pacaran melainkan langsung dijodohkan karena fasilitas teknologi belum secanggih sekarang.

b.      Pacaran hanya sebatas jalan-jalan di taman , keliling komplek karena fasilitas yang belum memadai.

c.       Untuk berpegangan tangan dan bergandengan ketika pacaran di tempat umum masih terkesan malu-malu karena rasa malu masih tinggi.

d.      Pacaran tidak mengarah ke arah nafsu.

Masa sekarang :

a.      Mengenal seseorang yang disukainya bisa melihat dari facebook, yahoo messenger, twitter, Friendster atau media social networking lainnya, karena kemajuan teknologi yang semakin pesat.

b.      Pacaran saat ini yaitu jalan-jalan ke mall, nonton bioskop, nongkrong di café-café karena fasilitas tersebut sudah menjamur.

c.       Untuk berpegangan tangan dan bergandengan di tempat umum tidak malu-malu jadi cuek-cuek saja karena rasa malu sudah mulai mengurang.

PACARAN DAN TEKNOLOGI

 

Gaya berpacaran sudah sangat erat sekali kaitan nya dengan aspek Teknologi. Gaya berpacaran anak muda zaman sekarang sudah jelas mengalami banyak perubahan daripada gaya berpacaran zaman dulu, semakin zaman maju maka semakin berkembangnya pula teknologi yang ada di dunia ini. Tentu teknologi pun jelas membawa perubahan gaya berpacaran anak muda.

Pada zaman dulu pacaran kurang menggunakan teknologi yang ada, karena teknologi zaman dulu masih bisa dibilang kurang. Zaman dulu pacaran anak muda dilakaukan dengan jalan berduaan menyusuri jalan atau mencari tempat yang bersuasana nyaman, indah  seperti di taman atau di bawah pohon rindang. Jika pasangan yang sedang dimabuk cinta berada pada jarak yang jauh, zaman dahulu masih menggunakan media surat menyurat, dan saya rasa dengan gaya seperti itu sangat berkesan sekali, dapat menyimpan surat-surat yang sangat berarti atau surat yang mempunyai kesan moment yang sangat berkesan dapat disimpan dalam kotak berharga, dan suatu saat bisa membuka kenangan itu dengan melihat dan membaca kembali surat-surat tersebut.

Ketika zaman semakin maju, teknologi-teknologi pun jelas semakin maju dan semakin modern, dimulai datangnya telepon rumah, handphone atau alat telepon genggam yang bisa mengirimkan surat-surat cinta elektronik, surat yang dikirimkan dengan surat pos sudah mulai jarang digunakan, atau sudah bisa dibilang kuno oleh pemuda zaman sekarang. Gaya berpacaran pun sangat jelas mengalami perubahan, dengan jarak yang sangat jauh pun masih bisa mengobati kangen dengan telepon atau dengan surat elektronik atau bisa disebut SMS. semakin maju zaman timbul lagi teknologi baru seperti komputer dan internet, dengan internet jarak diseluruh dunia pun sudah tidak ada pengaruhnya, kita dapat melihat wajah orang yang sedang berada di benua lain dengan menggunakan webcam di internet, dan SMS pun sudah di ganti dengan chatting yang dengan sekali kirim dapat langsung diterima oleh pengguna lainnya. Mengobati perasaan kangen antar pemuda yang sedang dimabuk cinta dapat dengan mudah diobati dengan adanya internet, apalagi dengan adanya Facebook, fitur internet yang menyajikan semua keinginan penggunanya, kita dapat bertukar photo, video, note atau catatan dengan sangat mudah sekali, ketika zaman semakin maju, dan teknologi semakin canggih, gaya berpacaran pun menjadi ikut mengalami perubahan ke arah kemodernan, surat menyurat melalui pos sudah terasa asing dimata masyarakat di zaman sekarang. Tentu itu semua atau semakin canggih nya teknologi, membawa kemudahan yang sangat besar bagi masyarakat, terutama yang sedang berpacaran. Teknologi yang semakin canggih membawa aspek-aspek positif untuk semua masyarakat didunia terutama yang sedang berpacaran.

Tetapi disamping itu semua, ada aspek-aspek negatifnya seiring dengan perubahan teknologi yang semakin canggih. Dengan semakin canggih nya teknologi yang ada, gaya berpacaran zaman sekarang semakin jauh berbeda dengan zaman dahulu. Zaman dahulu gaya berpacaran pemuda yang sangat kaya dan yang miskin masih sama, misalkan dengan berjalan-jalan berduaan di taman atau dibawah pohon rindang, tetapi di zaman sekarang, perbedaan gaya pacaran pemuda kaya dengan yang miskin semakin jauh, misalkan pemuda kaya bisa jalan-dengan menggunakan mobil atau motor atau kendaraan lain nya, bisa menggunakan internet yang sangat canggih, lain halnya dengan pemuda miskin, untuk menggunakan kendaraan pun tidak punya, untuk menggunakan internet pun tidak bisa, sehingga dengan zaman semakin maju, teknologi yang semakin canggih, perubahan atau kebersamaan dalam diri masyarakat akan semakin kurang. Selain itu ada beberapa aspek negatif lain nya seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju ini, salah satu nya yaitu menjadi kurang nya kesan-kesan tersendiri yang ada pada zaman dahulu, di zaan sekarang, sudah jarang sekali orang yang mengumpulkan surat-surat cinta yang sangat berharga itu, di zaman sekarang jarang ada yang mengumpulkan sms-sms cinta dari pasangannya, sms-sms cinta itu pun semakin kurang berkesan dibanding dengan surat cinta zaman dahulu yang benar-benar ditulis tangan oleh pemiliknya.

Aspek negatif lain nya seiring dengan berkembangnya teknologi salah satunya berhubungan erat dengan moral dan agama, di zaman sekarang semakin banyak nya asusila-asusila yang dilakukan dengan anak kecil sampai kakek-kakek karena adanya teknologi yang berkembang, yaitu handphone, komputer dan internet, zaman sekarang sudah banyak gaya berpacaran yang sangat tidak bermoral atau bisa dibilang extrime dengan menggunakan kamera video untuk bisa dikenang, dan bisa di share atau dibagikan kepada khalayak banyak, banyak video-video mesum yang beredar di handphone apalagi internet, itu disebabkan maraknya situs-situs dewasa yang ada di internet yang dengan gampang bisa di akses oleh anak kecil, sehingga anak kecil pun ikut belajar untuk berbuat mesum, dengan begitu seiring dengan teknologi yang berkembang pesat, moral-moral anak bangsa apalagi yag sedang berpacaran semakin mundur.

Sebenarnya teknologi yang semakin canggih ini berguna untuk masayarakat agar dapat lebih mudah menjalani hidup, dapat lebih mudah belajar, dapat manaikan derajat moral anak bangsa, jika menggunakan teknologi itu dengan benar. Maka pintar-pintarlah menggunakan teknologi agar gaya berpacaran semakin sehat, dan moral para pemuda semakin tinggi. Dengan begitu berpacaran akan semakin mudah, dan akhlaq kita semakin baik.

PACARAN DAN AGAMA

Dalam hidup ini terutama masalah pacaran pasti tidak bisa lepas dari aspek Agama. Tindak-tanduk kita pasti terus menempel pada aspek agama apalagi tentang pacaran. Pacaran didalam agama khusus nya agama Islam, banyak menimbulkan kontroversi. Didalam agama Islam, tidak ada yang namanya berpacaran, melainkan harus langsung menikah agar semua yang dilakukan memang benar-benar halal dilakukan. Sebenarnya banyak presepsi tentang apa yang di maksud dengan berpacaran. Ada yang menyebutkan bahwa pacaran agar kita lebih mendekatkan tali silaturahmi dengan lawan jenis kita, ada yang menyebutkan pacran itu tidak akan sepenuhnya menimbulkan dampak negatif ada juga yang benar-benar mengharamkan yang namanya pacaran.

Segala sesuatu hal, pastilah ada dampak baik dan dampak buruknya, apalagi dalam konteks pacaran. Didalam agama islam, tidak ada istilah berpacaran, di dalam al Quran dan Al-Hadist pun tidak ada istilah yang namanya pacaran dan segala sesuatu hal yang tidak ada didalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah hal yang tidak dicontohkan oleh agama Islam, dan hal yang tidak dicontohkan oleh agama islam adalah hal yang tidak benar atau buruk, karena agama islam akan selalu mencontohkan hal-hal yang benar.

Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Untuk istilah hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah, Islam
mengenalkan istilah “khitbah (meminang”. Ketika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah, keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan selayaknya suami istri.

Di dalam Islam tidak diharamkan apabila ada pasangan lawan jenis yang menyatakan cintanya meskipun tidak dimaksudkan untuk menikah, karena cinta adalah anugrah yang diberikan oleh Allah SWT. Dari cinta itulah manusia dipasangkan untuk menikah. Islam hanya memberikan batasan-batasan agar pacaran itu bisa dikatakan halal.

Dibawah ini adalah batasan-batasan nya :

a.      Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina: sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada perbuatan zina. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

b.      Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya Rasulullah SAW bersabda, “Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya).”

c.       Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan
yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad)

d.      Harus menjaga mata atau pandangan
Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman, “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka…..Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka…” (QS. An-Nur: 30-31)Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan gelora nafsu.

e.      Menutup aurat
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai “make up” dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi masuk surga) Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh.
Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.

Banyak ulama yang menyebutkan bahwa pacaran itu adalah hal yang sangat mendekati dengan perzinahan atau bisa disebut juga dengan zinah. Zinah tersebut adalah hal yang sangat berdosa dalam agama islam, hukuman nya pun adalah hukuman mati dengan cara dirajam, yaitu dengan dikubur sampai dengan kepala dan di lempari batu sampai mati, itu menunjukan bahwa zinah adalah hal yang benar-benar sangat berdosa. Berpacaran adalah campuran dari dua hal yaitu akal atau perasaan cinta dan hawa nafsu, dan dua hal itu kadang selalu beradu untuk menempati hati seseorang, jika dalam berpacaran, kita selalu menggunakan rasa sayang, maka pacaran itu bisa dilakukan dengan sehat, dan akan membawa dampak yang baik bagi yang memilikinya, tapi sebaliknya jika dalam berpacaran, kita banyak menggunakan hawa nafsu, maka pacaran itu akan keluar dari norma-norma khususnya dalam norma Agama, akan terjadi hal-hal yang negatif atau buruk menimpa pada orang yang menggunakan nya. Sebagai contoh di zaman yang sekarang ini anak kecilpun sudah banyak sekali yang berpacaran, pertama-tama mereka hanya ngobrol lalu berpegangan tangan, jika hawa nafsu mereka tidak bisa tertahankan apalagi apabila sedang berduaan, karena jikalau ada pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim ada dalam satu tempat dan tidak ada yang menemaninya, maka sesungguhnya ada setan yang ada diantara mereka untuk menggoda hawa nafsunya, jika hawa nafsu itu tidak bisa di kendalikan biasanya akan terjadi hal-hal yang diluar pada norma agama khususnya islam. Pertama-tama hanya ngobrol, lalu keesokan harinya berpegangan tangan, lalu berciuman, dan seterusnya sampai melakukan perzinahan, yang seperti itulah yang benar-benar dikecam oleh agama islm, jika seseorang melakukan perzinahan maka kerugian nya pun juga bukan hanya di dunia, tapi diakhirat nanti. Di dunia akan di cap buruk oleh seluruh masyarakat, akan mencoreng nama keluarga dan seluruh orang yang dekat dengan nya, akan terasa diasingkan oleh masyarakat, lalu terakhir dirazam sampai mati. Kenikmatan yang sesaat tapi kerugian yang tiada akhir, itulah akibat dari seseorang yang berpacaran tidak berpegangan pada agama Islam. Dengan begitu banyak ulama-ulama yang menyebutkan bahwa pacaran itu adalah haram, karena dekat sekali dengan perzinahan. Apabila seseorang tidak kuat dengan hawa nafsunya lebih baik menikahlah.

Jika kita melihat dan benar-benar tahu tentang aspek agama, khususnya agama islam, dan terus dapat menerapkan ketaqwaan kita kepada allah swt, atau tetap selalu menjalankan perintah Allah SWT dan tetap menjauhi segala yang dilarang nya, diucapkan dengan lisan, ditekadkan didalam hati, dan diamalkan dengan perbuatan, pacaran dapat dilakukan dengan berpacaran sehat, yaitu berpacaran dengan tidak melakukan hal-hal yang benar-benar dilarang oleh Allah SWT. Jika kita benar-benar menelaah, ternyata banyak juga aspek positif yang ada dengan kita berpacaran, salah satunya yaitu untuk menyambungkan dan lebih dipererat nya tali silaturahmi dengan lawan jenis kita, jika kita berpacaran tentu kita harus dekat juga dengan seluruh keluarganya, teman-teman nya dan yang lainnya, kita dituntut untuk lebih dekat dengan mereka, dan terus menyambung tali silaturahmi dengan semua orang yang dekat dengannya, tentu itu adalah hal yang positif, lalu  ada juga yang dengan berpacaran, kita dituntut untuk lebih serius dalam menjalani hidup, lebih semangat dalam belajar, dan lebih dewasa untuk menjalani hidup, karena khususnya seorang laki-laki harus menjadi imam yang baik untuk pasangannya, dengan bagitu seorang laki-laki itu menjadi ada motifasi untuk menjalani hidup dengan lebih dewasa dan melakukan semuanya dengan benar karena segala tindak tanduk nya akan dicontoh oleh pasangannya. Lalu ada juga yang berpacaran dengan tujuan belajar untuk bisa menjalani hidup untuk menikah kelak, jadi belajar sedikit-sedikit untuk selalu melakukan hal-hal yang benar jikalau sudah menikah kelak. Melihat dan memahami sisi-sisi baik buruk pasangan nya memahami sifat-sifat pasangannya, sehingga jikalau sudah menikah kelak tidak akan timbul masalah-masalah yang disebabkan oleh sifat-sifat pasangannya yang kurang baik, lebih baik merubah sifat buruk dalam waktu pacaran daripada merubah sifat buruk pada saat sudah menikah.

Jika kita melihat sisi baik dalam berpacaran dan selalu memikirkan agama dalam berpacaran, maka akan timbul dampak-dampak yang baik bagi kita. Maka berbaik-baiklah dalam berpacaran karena pacaran adalah dasar dari rasa cinta, dan rasa cinta adalah anugrah yang diberikan oleh Allah SWT, pergunakan lah amanat dari Allah itu dengan benar.

  1. 26/07/2012 at 23:25

    thanks atas ilmunya ya..jangan lupa kunjungi juga aq di afifstemba36.blogspot.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: